Apapun Kebutuhan Anda, Langsung Kami Proses!
Apapun Kebutuhan Anda, Langsung Kami Proses!

Benarkah harga BBM subsidi akan naik?

Benarkah harga BBM subsidi akan naik?

Pinjamdanacepat.com - Rencana pemerintah mengurangi anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) sudah lama mencuat. Sejak 2008 silam, pemerintah sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk memangkas anggaran subsidi mulai dari pembatasan konsumsi BBM subsidi hingga pemakaian kartu pengendali termasuk juga opsi menaikkan harga.

Namun, tak satupun rencana itu terwujud. Kali ini, di akhir masa anggaran 2011, ketika anggaran subsidi membengkak, rencana itu mulai lagi dihembuskan oleh pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Yang terbaru, pemerintah mulai opsi mengalihkan pemakaian BBM subsidi ke bahan bakar gas bagi angkutan umum.

Untuk mensukseskan rencana ini, pemerintah sudah berencana menyediakan alat konversi bagi angkutan umum. "Kebijakan untuk konversi BBM ke BBG mari kita sukseskan. Para pimpinan daerah mesti terlibat penuh," kata Presiden SBY saat melakukan rapat kerja dengan pemerintah pusat dan daerah, Kamis lalu (19/1).

Bagi mobil pribadi, pemerintah mempersilakan memakai BBM non subsidi atau beralih ke bahan bakar gas. Sedangkan kendaraan roda dua tetap boleh menegak BBM subsidi.

Belakangan, muncul lagi opsi lain yakni menaikkan harga BBM bersubsidi. Opsi ini muncul lantaran, sebagian pengamat, Pertamina dan sebagian pejabat pemerintah mulai ragu menerapkan pengalihan BBM subsidi ke bahan bakar gas. Ini lantaran infrastruktur seperti stasiun pengisian bahan bakar gas dan lainnya yang belum memadai.

Opsi menaikkan harga BBM subsidi ini terlihat lebih mudah dilakukan. Masalahnya kebijakan yang tidak populer ini tersandung Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2012. Pasal 7 ayat 6 undang-undang tersebut menyebutkan, harga jual eceran BBM bersubsidi tidak mengalami kenaikan. Ini berarti harga jual bensin tetap sebesar Rp 4.500 per liter.

Tetapi ini bukan berarti, opsi menaikkan harga BBM subsidi itu sudah sama sekali tertutup. Opsi itu bisa terlaksana bila pemerintah dan DPR sepakat merevisi aturan tersebut. Bila sepakat, pemerintah mengusulkan menaikkan harga BBM bersubsidi Rp 1.500 per liter, menjadi Rp 6.000 per liter.

Pemerintah sendiri sudah member sinyal untuk mengalang dukungan DPR. "Menurut saya, opsi apa pun harus dibuka, toh kita tidak tahun tren ke depan seperti apa," kata Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Jumat (20/1).

Skenario kenaikan harga BBM subsidi

Pekan-pekan mendatang, pemerintah akan bertemu dengan Komisi VII DPR untuk membahas masalah BBM subsidi ini. Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo sudah memiliki skenario menaikkan harga BBM subsidi itu.

Pertama, menaikkan harga premium untuk mobil pribadi setiap tahun hingga menjadi harga pasar pada 2014 mendatang. Misalnya, "Per 1 April 2012 naik menjadi Rp 6.000 per liter, 2013 menjadi Rp 7.000 per liter, dan 2014 menjadi harga pasar sekitar Rp 8.000 per liter," jelasnya.

Kedua, menaikkan harga premium untuk mobil pribadi secara otomatis sebesar 5% setiap bulan sehingga butuh waktu sekitar 18 bulan untuk mencapai harga pasar. Opsi ini juga bisa dilakukan untuk menaikkan tarif listrik yang direncanakan 10%. "Kalau listrik bisa naik 1% per bulan, waktunya 10 bulan," ujarnya.

Jika tidak, alternatif lainnya adalah dengan menaikkan harga premium langsung menjadi harga pasar yaitu sekitar Rp 8.200 per liter. Tapi, kenaikan ini dilakukan secara bertahap, per 1 April 2012 dilakukan di Jakarta dulu dan disusul daerah lain hingga 2014.

Pemerintah juga bisa mencabut subsidi secara bertahap. Widjajono menjelaskan, dalam harga BBM bersubsidi terdiri dari tiga komponen yaitu biaya premium, alpha yakni biaya distribusi dan margin, dan pajak.

Saat ini, dari harga keekonomian BBM sebesar Rp 8.200 per liter, terdiri dari biaya premium sebesar Rp 6.500 per liter, alpha Rp 700, dan pajak 15% sekitar Rp 1.000 per liter.

Sejumlah fraksi di DPR sudah memberi sinyal setuju dengan mengatrol harga BBM subsidi ini. Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan misalnya. Sikap partai yang mengklaim sebagai partainya wong cilik yang selalu menolak wacana kenaikan harga BBM subsidi kini mulai berubah.

Wakil Ketua DPR Pramono Anung menilai pengendalian BBM bersubsidi sudah tidak bisa ditunda karena anggaran subsidi sudah terlalu berat. Petinggi partai berlogo banteng moncong putih ini sepakat menaikkan harga jual ketimbang membatasi konsumsi BBM subsidi. “Dibandingkan negara lain, harga BBM subsidi Indonesia tergolong murah,” katanya.

Menurutnya, pemerintah belum siap menerapkan pembatasan konsumsi BBM subsidi. “Pertamina sudah menyampaikan belum siap dengan pembatasan BBM dan peralihan ke BBG,” katanya.

Anggota fraksi PDI Perjuangan Dewi Aryani juga mendukung usulan menaikkan harga BBM subsidi. Dia menilai, usulan menaikkan harga BBM bersubsidi lebih realistis ketimbang membatasi konsumsi BBM subsidi.

Alasan Dewi bukan itu saja. Anggota Komisi VII DPR ini menilai pembatasan konsumsi BBM subsidi hanya menguntungkan pengusaha asing. “Pembatasan BBM bersubsidi sama saja memaksa masyarakat membeli produk BBM milik asing seperti Shell, Total dan Petronas,” kata Dewi, yang memilih opsi menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 500 sampai Rp 1.000 per liter.

Partai Golongan Karya (Golkar), partai besar lainnya, tampaknya juga setuju dengan usulan kenaikan harga BBM ini. Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar Satya W Yudha menilai cara tersebut yang paling efektif dan bisa langsung dijalankan untuk menekan beban anggaran subsidi.

Dampak terhadap inflasi minim

Hanya fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersuara sumbang. Anggota fraksi PKS, Achmad Rilyadi berpendapat kenaikan harga BBM subsidi berisiko terhadap inflasi.

Riyaldi memang benar. Kenaikan harga BBM tentu berdampak pada kenaikan harga bahan pangan. Cuma besaran laju inflasi akibat kenaikan BBM subsidi ini dipercaya sangat minim.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin, menyatakan, kenaikan BBM bersubsidi pada level harga tertentu tidak banyak mempengaruhi inflasi tahun ini. "Ada dampak langsung dan ada dampak tidak langsung. Angkanya (inflasi) itu tidak terlalu besar," kata Suryamin usai menemui Wakil Presiden, Jumat (20/1)

Ia menuturkan, inflasi tahun 2011 tercatat hanya 3,79%, dibawah prediksi sebesar 5,3%. Suryamin menilai, jika opsi menaikan harga BBM ditempuh oleh pemerintah pada batas tertentu, ia yakin inflasi yang akan terjadi tidak bakal mengkhawatirkan ekonomi.

Pendapat senada juga disampaikan Kurtubi, pengamat perminyakan. Ia menilai, kenaikan harga sebesar Rp 1.000 per liter tidak seberat inflasi pembatasan BBM. “Kalau pembatasan BBM berlaku, inflasi akan gila-gilaan, karena masyarakat membeli BBM sesuai harga pasar atau dua kali lipat dari harga premium sekarang,” terangnya.

Namun, Kurtubi bilang inflasi tersebut bisa ditekan jika pemerintah bisa mencegah kenaikan ongkos transportasi umum. “Inflasi bisa ditekan jika transportasi umum tidak menaikkan ongkos, tapi mereka harus diberi insentif berupa pembebasan pajak atau bentuk lainnya,” ungkap Kurtubi.

Nah, bila fraksi –fraksi besar sudah setuju usulan menaikkan harga BBM subsidi berarti kini bergantung pada nyali dan kemauan pemerintah untuk mengurangi beban anggaran subsidi yang sudah terlalu berat.

Namun, pemerintah sepertinya masih bersikap hati-hati. Mungkin ini belajar pada pengalaman pada 2005 silam. Ketika itu, kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM menuai protes di Jakarta hingga daerah hingga menurunkan citranya. Beruntung pemerintah memiliki jurus ampuh meredamnya dengan mengucurkan dana kompensasi bantuan langsung tunai (BLT) senilai Rp 100.000 kepada rumah tangga miskin.

Selain itu, kebijakan yang salah dalam mengurangi subsidi juga bisa menjadi bumerang bagi pemerintah seperti yang dialami Nigeria. Kenaikan harga minyak di negara kaya minyak itu mendatangkan gelombang protes dari rakyatnya.

Sumber: Kontan.co.id

Pinjaman  Uang dan Dana Talangan Cepat Tunai BUNGA RINGAN 1 Jam cair Pinjaman Uang dan Dana Talangan Cepat Tunai BUNGA RINGAN 1 Jam cair.

Google PageRank
Jaminan Gadai BPKB Mobil Dan Motor Bunga Ringan
Tempat Gadai BPKB Mobil-Motor-Truck 0813 11 4949 77 Review By Yopie Deswara, Senior BA at Reviews Rating: 4.5 out of 5. DANA CEPAT - Jaminkan/Gadai BPKB Mobil, Motor, Truck, Tronton. Proses Max 1 Hari Cair, Bunga SUPER RINGAN. UNTUK SELURUH INDONESIA 145 Reviews Bunga: Super Ringan